Bangun Tidur Leher Sulit Menoleh? Coba Gentle Neck Flow Selama 12 Menit

10 hours ago 7

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah kamu saat terbangun di pagi merasakan lehermu yang kaku ataupun nyeri hingga sulit menoleh ke samping? Bahkan setelah seharian bekerja di depan laptop, bahu dan tengkuk terasa berat seperti memikul beban. 

Dilansir dari hingehealth.com, kondisi ini dikenal sebagai neck tension, yaitu ketegangan pada otot leher yang sering muncul akibat stres, posisi tubuh yang terlalu lama, atau kebiasaan tidur yang kurang tepat. Tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal kalau membutuhkan perhatian dan penyesuaian kecil. 

Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan gerakan gentle neck flow yang dilakukan selama 12 menit dan berguna membantu tubuh kembali rileks tanpa perlu latihan berat. 

Kenapa Leher Bisa Tegang dan Kaku?

Sahabat Fimela, leher menopang kepala dengan berat sekitar 4-5 kilogram. Otot-otot kecil di area ini bekerja sepanjang hari, terutama saat kamu duduk lama di depan laptop, menunduk melihat ponsel, mengalami tekanan emosional, menggertakkan gigi saat cemas, atau tidur dengan posisi yang kurang sesuai. 

Saat stres, tubuh masuk ke mode perlindungan sehingga otot leher dan bahu ikut menegang. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, rasa tidak nyaman pun muncul. 

Gejala Neck Tension yang Perlu Dikenali

Ketegangan leher tidak selalu datang dengan rasa sakit hebat. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain leher terasa kaku saat menoleh, rasa nyeri yang memburuk saat kamu menahan posisi kepala yang terlalu lama, bahu terasa tegang saat disentuh. Serta sakit kepala ringan dari belakang kepala ataupun kebiasaan menggertakkan gigi tanpa sadar. Dengan mengenali tanda-tanda awal ini, dapat membantu kamu untuk mencegah ketegangan berkembang menjadi nyeri yang lebih serius. 

Manfaat Gerakan Gentle Neck Flow Selama 12 Menit

Berikut manfaat yang bisa dirasakan jika kamu melakukan gerakan lembut yang terkontrol dan dilakukan secara rutin : 

  • Mengurangi ketegangan otot karena aliran darah ke area leher dan bahu meningkat sehingga otot menjadi lebih rileks.
  • Meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman.
  • Mengurangi risiko sakit kepala tegang yang sering berawal dari area tengkuk dan bahu.
  • Mendukung postur tubuh yang lebih baik dengan mengaktifkan otot penyangga leher dan punggung atas.
  • Membantu tubuh lebih responsif terhadap stres karena gerakan dilakukan secara perlahan dan mindful sehingga pernapasan ikut lebih teratur. 

Rangkaian Gentle Neck Flow 12 Menit yang Bisa Dicoba

  • Head turns 

Duduk atau berdiri dengan punggung tegak lalu putar kepala ke kanan hingga terasa regangan ringan di sisi leher. Tahan beberapa detik kemudian kembali ke tengah dan lakukan ke sisi kiri. Gerakan sederhana ini membantu mengembalikan mobilitas leher yang kaku akibat terlalu lama menahan posisi yang sama.

  • Side neck stretch

Miringkan kepala ke satu sisi seolah ingin mendekatkan telinga ke bahu tanpa mengangkat bahu. Rasakan regangan lembut di sisi leher yang berlawanan. Tahan dengan napas teratur lalu ganti sisi. Gerakan ini efektif meredakan ketegangan yang sering muncul karena stres atau kebiasaan mengangkat bahu tanpa sadar.

  • Chin tuck

Tarik dagu perlahan ke arah belakang seperti membuat double chin kecil tanpa menundukkan kepala. Gerakan ini mengaktifkan otot penyangga leher bagian depan sekaligus membantu memperbaiki postur terutama bagi kamu yang sering menunduk menatap layar.

  • Shoulder roll

Putarlah bahu ke arah belakang dalam gerakan melingkar yang perlahan dan terkontrol. Ulangi beberapa kali lalu ganti arah.Putaran bahu membantu melepaskan beban yang terakumulasi di area bahu dan tengkuk sehingga leher terasa lebih ringan.

  • Cat cow ringan

Lakukanlah dalam posisi duduk atau merangkak. Lengkungkan punggung perlahan sambil menundukkan kepala lalu turunkan perut dan angkat dada dengan lembut mengikuti alur napas. Gerakan ini mengajak punggung atas dan leher bergerak selaras sehingga ketegangan tidak hanya terfokus pada satu titik.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Annisa Kharisma Dewi

    Author

    Annisa Kharisma Dewi
  • Vinsensia Dianawanti

    Editor

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |