Tak Selalu Bikin Gemuk, Ini Fakta Tentang Makan Malam di Atas Jam 7

8 hours ago 8

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kamu mungkin pernah mendengar pantangan untuk tidak makan malam lewat jam 7 agar tidak gemuk. Aturan ini bahkan sering dianggap sebagai kunci menjaga berat badan ideal. 

Faktanya, tidak sesederhana itu. Waktu makan memang bisa memengaruhi cara tubuh bekerja, tetapi bukan satu-satunya penentu kenaikan berat badan. Ada banyak faktor lain yang justru lebih berperan, mulai dari total asupan kalori harian, jenis makanan yang dikonsumsi, pola makan secara keseluruhan, hingga seberapa aktif kamu bergerak setiap hari.

Selain itu, setiap orang memiliki ritme tubuh dan gaya hidup yang berbeda. Ada yang terbiasa makan malam lebih awal, tetapi ada juga yang baru sempat makan setelah menyelesaikan berbagai aktivitas di malam hari. Dalam kondisi seperti ini, membatasi makan hanya berdasarkan jam tertentu justru bisa membuat tubuh kekurangan energi, terutama jika sejak siang kamu belum makan cukup.

Penting untuk memahami kebutuhan tubuhmu sendiri. Pola makan yang seimbang, teratur, dan sesuai dengan aktivitas harian justru akan membantu menjaga energi tetap stabil sekaligus mendukung berat badan yang lebih terkontrol dalam jangka panjang.

Mitos atau Fakta: Makan Malam Lewat Jam 7 Bikin Gemuk?

Dilansir dari University of Guelph, anggapan bahwa makan di atas jam 7 malam otomatis menyebabkan kenaikan berat badan sebenarnya adalah mitos. Setiap orang memiliki jadwal dan kebutuhan tubuh yang berbeda, sehingga tidak ada satu aturan waktu makan yang bisa berlaku untuk semua.

Tubuh kita tetap memproses makanan dengan cara yang sama, baik pagi, siang, maupun malam hari. Bahkan saat tidur, tubuh tetap membutuhkan energi untuk menjaga fungsi organ dan otak tetap bekerja dengan optimal.

Alih-alih fokus pada jam makan, yang perlu kamu perhatikan adalah pola makan secara keseluruhan. Idealnya, tubuh mendapatkan asupan makanan secara teratur setiap 2-4 jam agar energi tetap stabil sepanjang hari.

Jika kamu makan malam terlalu awal, misalnya pukul 5 sore, tetapi baru tidur pukul 11 malam, itu berarti tubuhmu “puasa” cukup lama. Kondisi ini justru bisa memicu rasa lapar berlebih di malam hari dan berujung pada overeating.

Tak jarang, kesibukan di siang hari membuat seseorang kurang makan. Akibatnya, muncul “utang makan” yang dibayar di malam hari dengan porsi lebih besar atau camilan berlebihan.

Kenapa Makan Terlalu Larut Tetap Perlu Diperhatikan?

Meski bukan penyebab utama, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan terlalu larut memang bisa berdampak pada tubuh. Studi dari Harvard Medical School menemukan bahwa makan lebih malam dapat meningkatkan rasa lapar karena perubahan hormon (leptin dan ghrelin), memperlambat pembakaran kalori, dan juga mendorong tubuh menyimpan lebih banyak lemak. Artinya, bukan sekadar jamnya, tetapi bagaimana tubuh merespons waktu makan tersebut yang bisa memengaruhi risiko kenaikan berat badan.

Sahabat Fimela, daripada terpaku pada aturan “jam 7 malam”, lebih baik fokus pada pola makan yang seimbang. Pastikan kamu untuk makan cukup di siang hari agar tidak kalap di malam hari, menjaga porsi makan menjadi tetap wajar, menghindari camilan berlebihan menjelang tidur, dan memberikan jeda 2-3 jam dari waktu makan dengan waktu tidur. Dengan membagi asupan makanan secara merata sepanjang hari, tubuh akan lebih mudah mengatur energi, menjaga fokus, dan bahkan membantu kualitas tidur jadi lebih baik.

Jadi, Perlukah Menghindari Makan Malam?

Tidak perlu terlalu kaku, Sahabat Fimela. Makan malam di atas jam 7 tidak otomatis membuat gemuk, selama kamu tetap memperhatikan porsi, kualitas makanan, dan pola makan harian secara keseluruhan.

Yang terpenting, dengarkan kebutuhan tubuhmu. Karena pada akhirnya, gaya hidup sehat bukan soal mengikuti aturan tertentu, tetapi tentang menemukan pola yang paling cocok dan konsisten untukmu.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Annisa Kharisma Dewi

    Author

    Annisa Kharisma Dewi
  • Nabila Mecadinisa
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |