5 Cara Menjaga Kesehatan Usus agar Pikiran Lebih Tenang dan Mood Menjadi Stabil

11 hours ago 6

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, selama ini banyak orang mengira kesehatan usus hanya berkaitan dengan sistem pencernaan semata. Padahal, kondisi usus ternyata memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesehatan mental dan suasana hati. Pernah merasa perut tidak nyaman saat sedang cemas atau justru mood stabil menjadi buruk ketika pola makan berantakan? Hal tersebut terjadi karena otak dan usus saling terhubung melalui sistem komunikasi yang dikenal sebagai gut-brain connection. 

Dilansir dari clevelandclinic.com, usus dan otak terus berkomunikasi melalui jaringan saraf, hormon, dan bakteri baik di dalam saluran pencernaan. Bahkan, usus sering disebut sebagai “second brain” karena memiliki jutaan sel saraf yang dapat mempengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk emosi, stres hingga kualitas tidur. Tidak heran jika kesehatan pencernaan yang terganggu sering kali mempengaruhi mood stabil menjadi tidak menentu dan membuat seseorang lebih mudah merasa lelah, sensitif, bahkan sulit fokus. 

Menariknya lagi, kesehatan mikrobioma usus juga dipercaya berpengaruh terhadap produksi zat kimia yang berkaitan dengan suasana hati, seperti serotonin. Ketika pola makan tidak seimbang, stres berlebihan atau kurang tidur mulai mempengaruhi kesehatan usus, kondisi mental pun dapat ikut terdampak. Itulah sebabnya, menjaga kesehatan pencernaan kini tidak hanya dianggap penting untuk tubuh, tetapi juga menjadi bagian dari upaya merawat kesehatan mental secara menyeluruh.

Cara Menjaga Kesehatan Usus yang Berpengaruh pada Suasana Hati

1. Konsumsi makanan tinggi serat

Sahabat Fimela, salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan usus adalah memperbanyak asupan serat dari buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, serat dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat sekaligus menjadi makanan bagi bakteri baik di usus. Ketika mikrobioma usus terjaga, tubuh juga dapat membantu menjaga kestabilan mood, energi hingga konsentrasi sehari-hari.

2. Perbanyak konsumsi probiotik dan prebiotik

Makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi atau tempe mengandung probiotik yang baik untuk keseimbangan bakteri usus. Sementara itu, prebiotik dari bawang, pisang, asparagus atau oat membantu bakteri baik berkembang lebih optimal. Kombinasi keduanya dipercaya dapat mendukung komunikasi antara usus dan otak sehingga suasana hati terasa lebih stabil dan tubuh lebih nyaman. Itulah sebabnya, Sahabat Fimela sangat disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik.

3. Kurangi makanan ultra processed dan gula berlebih

Kebiasaan terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, atau makanan ultra processed dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu peradangan dan mempengaruhi kesehatan mental. Oleh karena itu, Sahabat Fimela perlu memilih makanan utuh dan lebih alami menjadi langkah sederhana yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan sekaligus membantu tubuh terasa lebih segar dan mood lebih stabil.

4. Tidur yang cukup dan berkualitas

Tidur ternyata tidak hanya penting untuk mengistirahatkan tubuh, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan usus. Kurang tidur dapat mempengaruhi mikrobioma usus dan membuat tubuh lebih mudah stres, cemas, serta sulit fokus. Sebaliknya, kualitas tidur yang baik dapat membantu menjaga komunikasi antara otak dan usus tetap optimal sehingga tubuh dan pikiran terasa lebih tenang.

5. Kelola stres dengan baik

Hubungan usus dan otak bersifat dua arah. Artinya, stres yang berlebihan juga dapat memperburuk kondisi pencernaan. Oleh sebab itu, meluangkan waktu untuk relaksasi, olahraga ringan, meditasi, atau sekadar beristirahat sejenak dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus kesehatan usus. Mengelola stres menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kesehatan gut-brain axis.

Sahabat Fimela, menjaga kesehatan usus ternyata bukan hanya penting untuk sistem pencernaan, tetapi juga berperan besar dalam menjaga suasana hati dan kesehatan mental secara keseluruhan. Hubungan erat antara usus dan otak melalui gut-brain connection membuat pola makan, kualitas tidur, hingga tingkat stres dapat mempengaruhi kondisi emosional sehari-hari. Itulah sebabnya, menerapkan kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi makanan bergizi, menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, tidur cukup, dan mengelola stres dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi tubuh maupun pikiran. Dengan usus yang sehat, tubuh terasa lebih nyaman, energi lebih terjaga, dan mood pun dapat menjadi lebih stabil dalam menjalani aktivitas setiap hari.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • hilya Kamila
  • Nabila Mecadinisa
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |