Mau Tetap Aktif Tanpa Olahraga Berat? Coba Latihan Isometrik Ini Sebelum Berbuka

11 hours ago 3

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, olahraga tidak harus berat atau membuat keringat deras, apalagi saat puasa Ramadan ketika asupan energi terbatas. Justru latihan ringan seperti isometrik bisa jadi solusi yang efektif untuk menjaga tubuh tetap aktif tanpa menguras tenaga berlebihan. 

Melansir dari beberapa sumber, salah satunya health.clevelandclinic.com, isometrik adalah gerakan yang mengandalkan kontraksi otot sambil menahan posisi tertentu tanpa gerak, jadi Sahabat Fimela tidak perlu melakukan repetisi berulang macam di gym

Gerakan ini membantu mengaktifkan otot, memperkuat stabilitas tubuh, dan bisa dilakukan 30 menit sebelum berbuka saat tubuh masih segar namun belum lemas.Latihan isometrik tidak memerlukan peralatan khusus dan bisa dilakukan di ruang tamu atau halaman rumah. Gerakan statis ini menargetkan otot inti, kaki, dan punggung tanpa memberi tekanan berlebihan pada sendi, sehingga cocok untuk semua level kebugaran. 

Selain itu, karena tidak ada pergerakan berulang, risiko cedera juga lebih rendah daripada latihan dinamis.Dengan rutin melakukan olahraga isometrik ringan sebelum berbuka puasa, Sahabat Fimela  membantu menjaga energi tetap stabil, memperlancar sirkulasi darah, dan merangsang otot agar tidak kaku meski berjam-jam beristirahat. 

Latihan singkat ini juga bisa jadi pemanasan yang baik agar tubuh siap menerima makanan dan minuman saat Maghrib tiba, serta membantu proses pemulihan setelah puasa panjang seharian. 

Semuanya ini dapat mendukung kesehatan dan kebugaranmu selama Ramadan tanpa membuat tubuh merasa lelah atau mengantuk saat waktu berbuka tiba. 

Gerakan Isometrik yang Bisa Dicoba di Rumah

1.Wall Sit

Wall sit merupakan gerakan isometrik sederhana yang efektif untuk memperkuat otot paha, terutama quadriceps, sekaligus melibatkan hamstring dan glutes

Latihan ini kerap dipilih untuk membangun kekuatan dan daya tahan otot secara isometrik, karena tubuh ditahan dalam satu posisi tanpa banyak gerakan, tetapi otot tetap aktif dan tertantang.

Wall sit juga tidak memerlukan alat sehingga praktis dilakukan di rumah menjelang berbuka.

Cara melakukan wall sit:

  • Berdiri sekitar setengah meter dari dinding yang kokoh, lalu sandarkan punggung secara penuh ke dinding.
  • Tekuk lutut dan turunkan tubuh perlahan hingga paha sejajar dengan lantai, membentuk sudut sekitar 90 derajat pada lutut. Posisi tubuh akan terlihat seperti sedang duduk di kursi.
  • Pastikan bahu dan pinggul tetap menempel pada dinding agar postur stabil.
  • Jaga agar lutut tetap sejajar dengan pergelangan kaki dan tidak melewati ujung jari kaki.
  • Tahan posisi ini selama 15 detik atau lebih sesuai kemampuan, lalu kembali berdiri perlahan.
  • Ulangi sebanyak dua hingga tiga set.

Saat menahan posisi, paha akan terasa semakin tegang dan lelah. Sensasi ini menandakan otot sedang aktif bekerja. Untuk variasi, Sahabat Fimela bisa mengalihkan tumpuan berat badan ke tumit untuk lebih mengaktifkan glutes, atau ke ujung kaki untuk memberi fokus lebih pada quadriceps. Pastikan tetap menjaga kontrol gerakan agar lutut tidak mendapat tekanan berlebih.

2. Straight Arm Plank Hold

Gerakan straight arm plank hold efektif untuk mengaktifkan banyak kelompok otot sekaligus dalam satu waktu. Meski terlihat sederhana, latihan ini mampu melatih kekuatan inti tubuh secara menyeluruh.

Alat yang dibutuhkan: tidak ada, tetapi kamu bisa menggunakan matras yoga agar lebih nyaman.

Otot yang dilatih: otot perut, paha depan, bokong, lengan, dada, dan bahu.

Cara melakukannya:

  • Mulailah dari posisi seperti hendak melakukan push up dengan lutut masih menempel di lantai dan kedua tangan sejajar bahu.
  • Tekan telapak tangan ke lantai, lalu luruskan kedua kaki ke belakang hingga tubuh terangkat dan bertumpu pada ujung jari kaki.
  • Pastikan tubuh membentuk garis lurus dari kepala hingga tumit, seperti posisi atas saat push up.
  • Tahan posisi ini selama 20 hingga 60 detik, atau selama kamu masih mampu menjaga postur tetap stabil.
  • Ulangi sebanyak dua kali lagi dengan jeda singkat di antaranya.

Untuk membuat gerakan ini terasa lebih ringan, Sahabat Fimela bisa melakukannya dengan posisi tangan bertumpu pada permukaan yang lebih tinggi seperti bangku atau meja. Alternatif lainnya, lakukan plank dengan lutut tetap menyentuh lantai agar beban pada tubuh bagian atas tidak terlalu berat.

Selama menahan posisi, perhatikan agar bahu tetap sejajar dengan pergelangan tangan, kaki lurus, dan otot perut aktif menopang tubuh. Fokus pada napas yang teratur agar latihan terasa lebih terkendali dan tidak membuat tubuh cepat lelah, terutama saat dilakukan menjelang waktu berbuka.

3. Side Plank

Side plank menjadi pilihan tepat untuk melatih otot samping perut atau obliques yang berperan penting dalam menjaga stabilitas tubuh.

Alat yang dibutuhkan: tidak ada, namun matras yoga bisa digunakan agar lebih nyaman.

Otot yang dilatih: obliques, otot penstabil tulang belakang, paha depan, bokong, penstabil bahu, dan otot pinggul bagian luar.

Cara melakukannya:

  • Berbaring menyamping ke kiri dengan kedua kaki lurus dan bertumpuk. Pastikan pinggul, lutut, dan kaki berada dalam satu garis.
  • Tekuk siku kiri dan letakkan lengan bawah di lantai tepat di bawah bahu.
  • Dorong lengan bawah ke lantai untuk mengangkat tubuh dan pinggul hingga terangkat dari permukaan.
  • Kencangkan otot perut dan jaga tubuh tetap membentuk garis lurus dari kepala hingga tumit.
  • Angkat tangan kanan lurus ke atas atau letakkan di sisi tubuh agar lebih stabil.
  • Tahan posisi ini selama 10 detik atau lebih, lalu ganti ke sisi sebaliknya.

Jika ingin tantangan lebih, Sahabat Fimela bisa mencoba variasi dengan lengan bawah diluruskan sehingga bertumpu pada telapak tangan. Gerakan ini membantu meningkatkan kekuatan inti sekaligus melatih keseimbangan tubuh secara menyeluruh.

4. Glute Bridge

Glute bridge menjadi salah satu gerakan efektif untuk memperkuat otot bokong sekaligus membentuk bagian belakang tubuh agar lebih stabil dan kuat.

Alat yang dibutuhkan: tidak ada, namun matras yoga bisa digunakan agar lebih nyaman.

Otot yang dilatih: hamstring, glutes, serta otot inti tubuh.

Cara melakukannya:

  • Berbaring telentang dengan kedua lutut ditekuk dan tangan berada di sisi tubuh.
  • Pastikan posisi tumit berjarak sekitar 30 hingga 40 sentimeter dari bokong.
  • Tekan tumit ke lantai, aktifkan otot perut, lalu dorong panggul ke atas sambil mengencangkan otot bokong.
  • Jaga agar tulang rusuk tidak terlalu mengembang ke atas, tulang ekor sedikit mengarah ke dalam, dan telapak kaki tetap menapak rata di lantai.
  • Tahan posisi saat tubuh membentuk garis lurus dari bahu hingga lutut.

Saat menahan gerakan, Sahabat Fimela akan merasakan otot bokong dan paha belakang mulai bekerja lebih intens. Usahakan untuk tidak membiarkan pinggul turun atau punggung melengkung. Lakukan 2 hingga 3 set dengan durasi sekitar 30 detik setiap set agar manfaatnya terasa maksimal.

Latihan isometrik ringan sebelum berbuka bisa menjadi cara sederhana untuk tetap aktif tanpa menguras energi. Dengan gerakan yang tepat dan durasi yang terkontrol, tubuh tetap terjaga kebugarannya selama Ramadan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Kayla Bridgitte
  • Vinsensia Dianawanti

    Editor

    Vinsensia Dianawanti
Sauna dapat mengelola stres dengan baik. Dok. Atmos Bali

HealthSauna Komunal Dapat Mengelola Stres dengan Baik

Temukan **cara mengelola stres untuk tubuh yang lebih sehat** dan raih hidup lebih bahagia. Rahasia ini akan mengubah keseharianmu!

Rangkaian yoga 10 menit dengan kombinasi teknik pernapasan dan gerakan dinamis ringan ini dirancang untuk membantu mengurangi kelelahan fisik sekaligus menyegarkan pikiran. (foto/dok: freepik/frimufilms)

HealthTips Latihan Yoga Ringan Menjelang Berbuka Puasa untuk Mengurangi Lemas Saat Puasa

Rangkaian yoga ringan 10 menit menjelang berbuka dapat membantu mengurangi lemas, melancarkan sirkulasi, dan mengembalikan energi tubuh selama puasa.

Meski tidak sepopuler push up atau squat, burpee merupakan kombinasi untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan kardio dalam satu gerakan. [Dok/freepik.com/tonodiaz]
Menjaga rutinitas olahraga sering kali terasa sulit karena banyak orang belum menemukan pola latihan yang tepat. Terlalu sering latihan berat membuat tubuh cepat lelah, sementara olahraga ringan saja kerap terasa kurang memberi hasil. (foto/dok: freepik/pressfoto)

HealthProgram Olahraga 7 Hari yang Seimbang: Kenali Panduan HIIT, Mobility, dan Stretching agar Tubuh Tetap Fit!

Ingin rutin olahraga tanpa cepat lelah? Ini tips menyusun program olahraga 7 hari dengan kombinasi HIIT, mobility, dan stretching yang efektif, aman, dan mudah diikuti.

Jumping rope atau lompat tali adalah aktivitas kardio yang dilakukan dengan mengayunkan tali melewati kepala dan melompat saat tali melintas di bawah kaki secara berulang. [Dok/freepik.com/holiak]

HealthManfaat Rutin Jumping Rope 10 Menit untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Sahabat Fimela, apakah saat masih kecil kamu pernah memainkan permainan lompat tali? Lompat tali atau jumping rope ternyata memiliki banyak menfaat bagi tubuh, lho.

Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |