Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Manfaat Farmer’s Carry untuk Kekuatan Genggaman

12 hours ago 8

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernah membawa beberapa kantong belanja sekaligus lalu merasa tangan mulai pegal? Gerakan sederhana seperti membawa barang sambil berjalan ternyata punya pola yang mirip dengan salah satu latihan angkat beban dalam dunia kebugaran, yaitu farmer’s carry. Latihan ini dilakukan dengan memegang beban di kedua tangan kemudian berjalan dalam jarak atau durasi tertentu.

Dilansir dari Verywell Fit, farmer’s carry atau farmer’s walk dilakukan dengan membawa dumbbell atau kettlebell di kedua tangan sambil mempertahankan posisi tubuh tetap tegak. Latihan ini termasuk loaded carry yang meniru aktivitas sehari-hari seperti membawa belanjaan atau koper. Selain membantu melatih kekuatan fungsional, farmer’s carry juga dapat meningkatkan kekuatan genggaman dan melibatkan otot inti, bahu, punggung, hingga bagian bawah tubuh. 

Hal menarik dari farmer’s carry adalah gerakannya yang terlihat sederhana, tetapi membutuhkan koordinasi tubuh. Tangan harus mampu mempertahankan beban, sementara otot inti bekerja menjaga tubuh tetap stabil ketika berjalan. Karena itu, latihan ini tidak hanya berfokus pada satu bagian tubuh.

Farmer’s carry juga bisa menjadi bagian dari rutinitas angkat beban dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Pemula tidak perlu langsung menggunakan beban berat. Justru, memilih beban yang masih memungkinkan tubuh mempertahankan postur dengan baik menjadi hal yang lebih penting.

Dengan gerakan yang sederhana, farmer’s carry bisa menjadi pilihan latihan fungsional untuk menambah variasi dalam rutinitas olahraga tanpa membutuhkan gerakan yang terlalu rumit.

Cara Melakukan Farmer’s Carry dengan Benar

Untuk mencoba farmer’s carry, Sahabat Fimela bisa menggunakan sepasang dumbbell atau kettlebell. Letakkan kedua beban di lantai dengan posisi yang mudah dijangkau. Berdiri dengan kaki kira-kira selebar bahu, kemudian tekuk lutut dan pinggul untuk mengambil kedua beban. Pastikan punggung tetap berada dalam posisi yang nyaman ketika mengangkatnya.

Setelah berdiri, pegang beban dengan kedua tangan di samping tubuh. Kencangkan otot inti, tarik bahu ke belakang secara alami, lalu mulai berjalan dengan langkah yang stabil. Pandangan sebaiknya tetap mengarah ke depan dan tubuh tidak membungkuk mengikuti beban.

Farmer’s carry dapat dilakukan berdasarkan jarak maupun durasi. Artinya, Sahabat Fimela tidak harus berjalan sejauh mungkin. Kamu bisa menentukan jarak pendek terlebih dahulu, kemudian beristirahat dan mengulanginya beberapa kali sesuai kemampuan. 

Pemilihan beban juga penting. Jangan tergoda menggunakan beban terlalu berat hanya karena ingin mendapatkan hasil lebih cepat. Jika beban membuat bahu turun, punggung membungkuk, atau langkah menjadi tidak stabil, sebaiknya kurangi beratnya. Latihan yang baik bukan tentang seberapa berat beban yang bisa dibawa, melainkan seberapa baik tubuh mampu mempertahankan gerakan.

Untuk pemula, mulailah dengan beban yang terasa menantang tetapi masih bisa dikontrol. Setelah gerakan terasa semakin nyaman, jarak, durasi, atau beban dapat ditingkatkan secara bertahap.

Dengan begitu, farmer’s carry bisa menjadi latihan yang sederhana sekaligus mudah disesuaikan dengan tingkat kebugaran masing-masing.

Bukan Cuma Genggaman, Ini Bagian Tubuh yang Ikut Bekerja

Sahabat Fimela, salah satu alasan farmer’s carry menarik untuk dimasukkan ke dalam rutinitas olahraga adalah karena gerakannya melibatkan banyak bagian tubuh sekaligus. Saat menggenggam beban, otot tangan dan lengan bawah bekerja untuk mempertahankan pegangan. Sementara itu, otot inti membantu menjaga tubuh tetap stabil selama berjalan.

Beban yang dibawa juga membuat bahu dan punggung ikut bekerja untuk mempertahankan posisi tubuh. Ketika terus berjalan, kaki dan pinggul pun berperan untuk menjaga keseimbangan sekaligus membawa tubuh bergerak ke depan. Karena melibatkan gerakan membawa beban seperti yang dilakukan dalam aktivitas sehari-hari, farmer’s carry sering dianggap sebagai latihan yang bersifat fungsional.

Namun, manfaat tersebut tetap perlu didukung dengan teknik yang tepat. Hindari membungkukkan tubuh atau membiarkan bahu terlalu turun karena beban. Jangan pula terburu-buru meningkatkan berat jika tubuh belum terbiasa.

Jika baru mulai, beri kesempatan tubuh untuk beradaptasi. Gunakan beban yang ringan hingga sedang, lakukan dalam jarak yang pendek, kemudian tingkatkan secara perlahan ketika gerakan sudah terasa lebih nyaman. Kamu juga bisa meminta bantuan pelatih untuk memastikan teknik yang digunakan sudah sesuai, terutama jika baru pertama kali melakukan latihan beban.

Penulis: Revania Immanuela

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Revania Immanuela
  • Adinda Tri Wardhani

    Editor

    Adinda Tri Wardhani
Read Entire Article
Health | Komunitas | Berita Hot |